
Gotong Royong adalah budaya asli Indonesia, terutama terasa waktu kita masih kecil apalagi yang hidup di daerah pedesaan ( ndeso ) kata Bapake Galuh. Namun seiring dengan waktu yang berjalan apalagi di era sekarang ini, kita masuk di era setiap rumah mempunyai TV, bahkan internet, bermain tersedia play station dan anak muda asyik dengan MTV nya, nyaris kita mulai kehilangan interaksi fisik dengan tetangga kita.
Apalagi katanya kita sudah memasukan jaman globalisasi ( bukan gombalisasi ya..he..he.. )… sehingga budaya yang bersifat individualis semakin mendominasi kehidupan kita. Seperti halnya di kota besar Jakarta, rasa gotong royong dan kemanusiaan seolah terkikis oleh pengaruh budaya dari luar negeri.
Nah untuk itu, kita bersyukur sekali, team Lingkungan Hidup di RT kita punya agenda Kerja Bakti yang sangat bermanfaat untuk melestarikan budaya Gotong Royong kita ini. Walaupun kata Pak RT kita juga berNgobrol Royong, it’s ok.. itu juga bagian dari gotong Royong yg penting pekerjaan selesai dan ada cemilan yang membuat spirit kerja bakti lebih mengasyikkan. Yang penting tidak gerumpiin tetangga seperti kebanyakan ibu-ibu kita kalo ngumpul ya..( eh .. tapi kalo ibu2 di RT kita enggak kok, di RT lain yang banyak .. di RT kita mah paling cuman 1, 2 ,3 ….4 … dst.. he..he..)
Budaya gotong royong memang begitu indah, dimana masyarakat seakan tidak segan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat lain yang membutuhkan, diminta atau tidak. Semoga meskipun kita hidup di perkotaan kita tetap bisa hidup bergotong royong. Bersama dalam keharmonisan, sehingga tak ada kesenjangan sosial yang terlalu dalam. Bravo untuk Team Lingkungan Hidup, Pak Yuli dan Pak Tri. Juga untuk semua.
salam
Humas
DIarsipkan di bawah: Lingkungan Hidup