GOOD GARBAGE GOVERNANCE (GBG)

Teman2,  ada yang punye ide cara pengelolaan sampah sekaligus kebersihan lingkungan yang lebih murah meriah efektif dan efisien?   

Selama ini untuk penanganan sampah rumah tangga kita menggunakan jasa Pak Kosim, sang pengusaha sampah kita.  Kalo sekilas sih untuk sebagian orang mungkin oke2 aja selama restribusi dibayar dan doski nggak absen ngangkutin sampah rumah tangga kita.

Cuma sebenarnya kita kepengennya gak cuma sekedar itu aja flow chart penanganan sampah di lingkungan kita.  Ada beberapa isu yang harus bisa terjawab dalam hal ini: 

  1. Masalah transparansi biaya (apalagi kalo dah ada isu kenaikan restribusi)
  2. Selama ini yang diangkut oleh pelayanan sampah hanya sampah rumah tangga.  Lalu bagaimana dengan sampah lainnya yang kurang marketable di secondary market (tukang loak maksudnye)? Kita sering denger warga yang komplain karena kalo lagi nyampah potongan pohon, rumput or dll, Pak Kosim suka alpa ngangkatnya.
  3. Alangkah baiknya apabila penanganan sampah merupakan satu blue print dengan penanganan lingkungan secara keseluruhan.  Jadi dengan sekali bayar, warga gak perlu lagi mikirin motong pohon dan bambu pinggir jalan (kalo saya pribadi motongnya seneng2 aja, tapi ngangkut hasil potongannya yang males bo!), kita gak perlu lagi mikirin nyiangin  rumput dan semak di taman2 yang banyak bertebaran di lingkungan kita.  Intinya, seandainya kebersihan lingkungan sudah tersistem dalam satu atap, kita gak perlu lagi ngeluarin biaya macam2 lagi buat tema kebersihan macam2 juga. Assiik kan? Dah mirip kayak BSD n Bintaro dah tuh   

Pokoknya kita butuh ide2  dari warga untuk urusan sampah ini, gimana caranya  kita gak hanya jadi obyek, tapi juga menjadi subyek yang mampu menaikkan bargaining position kita kalo terjadi permasalahan, sekaligus menciptakan tata kelola sampah dan kebersihan lingkungan yang baik alias Good Garbage Governance (keren juga yah istilahnya?)

Hidup Sampah!! (tapi yang go green compliance ya)

5 responses to “GOOD GARBAGE GOVERNANCE (GBG)

  1. 1. waktu pertama kali pindah ke Jatijajar, sempet kaget juga biaya angkut sampahnya relatif mahal (15rb/bln). Tapi ya tetep harus bayar deh, daripada buang sendiri? Lagipula saya pikir ini udah tarifnya perumahan, so terima aja. Masalah transparansi sih emang ga pernah dipikirin, emang rejekinya pak kosim & team aja deh.
    2. Ya mungkin karena pak kosim lebih konsen ke bak sampah, jadi ngga gitu ngerti mengenai sampah lain yg ditumpuk di halaman depan. Terlebih banyak rumah yang dalam tahap renovasi meletakkan barang2 materialnya di depan juga, mungkin Pak Kosim jadi bingung membedakan antara sampah atau barang2 yang masih dipake.
    solusinya sih si pemilik rumah tinggal bilang ke pak kosim aja kalo ada sampah lain yg kudu diangkat.
    Nah saya lebih konsen ke jam kerjanya nih. Saya pikir jam kerja angkut sampah terlalu pagi, kurang dari jam 6 sudah keliling ambil sampah. Di rumah saya, biasa kumpulin sampah di belakang rumah dulu, setiap pagi baru diletakkan di depan. Karena kalo langsung dibuang pasti diacak-acak kucing dan tikus😦
    Pernah satu kali telat naro sampah di depan (waktu itu kirain pak kosim belum lewat), agak siangan ngeliat ke tempat sampah eh udah pada acak-acakan.
    Jadinya lucu juga kalo setiap pagi kejar-kejaran waktu cuma demi buang sampah.
    saran saya sih, mulai beraksinya jam 6:30 cukup ideal lah. Atau kalo dibilang terlalu siang, mungkin kelilingnya 2x untuk memastikan ngga ada sampah lagi di depan (eh yg ini malah jadi lebih capek ya🙂 )
    3. Bisa dilakukan jika sudah ada kesepakatan bersama. Sekarang ini kan penataan taman, rumput dan pohon di depan rumah itu tergantung selera (dan kerajinan) penghuninya. Kalo belum ada kesepakatan, nanti penghuni rumah malah marah2 waktu pohonnya dipangkas🙂
    sementara ini, angkut hasil potongannya bisa ke bak sampah masing-masing mungkin?

    oh ya, untuk 2 dan 3, ada tambahan:
    Mungkin bisa lebih diingatkan (brief) lagi ke pak kosim & team, bahwa jika ada sampah hasil pemangkasan tanaman langsung diangkut saja.

    Salam,

  2. Ide yang sangat bagus untuk pengelolaan sampah terpadu, saya punya teman kebetulan RT di Blok D dan iuran mereka 10.000/bulan sudah termasuk menyapu daun yang jatuh tiap depan rumah.
    kalau saya sih mungkin 15.000 masih masuk akal, hanya Kayaknya Pak kosim alergi ngangkat sampah yang lain selain sampah Rumah Tangga, saya pernah buang rumput saya yang saya bersihkan eh.. malah dibuang di depan taman ( kebetulan rumah saya depan taman) jadi deh lama-lama tumpukan sampah. tolong kita akan kasih amanat ama RT untuk negoisasi Job Desknya dan mungkin ada vendor lain yang Job desknya lebih besar areanya.
    Untuk waktu angkat sampah sebaiknya jam 8.00 karena biasanya orang dirumah abis bikin sarapan untuk anak-anak sekitar jam 7 sehingga sampahna bisa diangkat semua jadi pas siang depan rumah nggak banyak lalernya.. ha..ha..

    Salam

  3. Assalamu’alaikum
    Mumpung ada yg mengangkat masalah sampah, jadi ikut latah deh…hehehehe
    Sebetulnya sudah lama saya ingin mengutarakan beberapa ide soal penanganan sampah yg sebenarnya di adopsi dari lapngan kerja yg sy temui, mungkin bisa mengatasi masalah sampah di lingkungan kita…..
    Usul:
    1. Untuk penanganan sampah rumahan, bagaimana kalo di RT kita memulai untuk memisahkan sampah kering dan sampah basah.
    (a). Sampah basah: sampah dari sisa makanan, kalo ada yg msh punya baby ya bekas pampers, dan sebagainya
    (b) Sampah kering: sampah dari metal,rumput atau daun,ranting pohon,botol, kayu bekas mbangun rumah dan sebagainya. disebut juga COMBUSTIBLE WASTE
    Tujuan:
    – Mempermudah dalam penanganan dan pemisahan smpah pada akhirnya. (note:Saya belum tahu pasti kemana sampah2 seperti bekas rumput,daun atau material bekas dibuang atau di bakar???)
    -menghindari sampah yg sudah dibak, kembali berantakan karena diacak2 pemulung hanya karena mencari barang bekas. Karena bbrp kali dirumah kalo sudah telat diambil pak Kosim..otomatis sampah kita diambil esok harinya…sering ditemui siang atau sore sudah berantakan…memang sih msh didalam bak, tapi kantong plastik udah sobek2.

    2. Menyeragamkan prosedure dalam menangani sampah rumahan mulai dari dalam rumah hingga proses akhir( siap diambil pak kosim)…misalnya..
    (a) kita menyediakan bak sampah didalm rumah untuk sampah basah dan sampah kering.
    (b) masing2 bak sampah diberi kantong plastik (trash bag)
    (c) ikat rapat2 sebelum dibuang ke bak sampah luar.
    (d) kalo sampah kering bekas rumput,daun atau dahan,dsb yg tidak memungkinkan dibuang di bak samph dalam dapat dibuang langsung ke bak sampah khusus.

    3. Membuat bak sampah khusus untuk sampah basah dan sampah kering dlm 1 titik area atau beberapa titik area. Memang ini terlihat kurang efektif mengingat banyaknya jumlah rumah dan bak sampah akan agak jauh dari rumah.
    Tujuan:
    – dapat mengurangi jumlah tikus dan lalat yang ada didepan rumah kita, syukur2 bisa gak ada tikus dan lalat lagi hehe. Karena selama masih ada sampah didepan rumah tikus dan lalat akan betah..yang mana itu adalah sumber panyakit.
    – dengan adanya bak sampah khusus, diharapkan penanganan sampah bisa lebih baik .
    – menambah keindahan lingkungan, tidak terlihat lagi kerumunan lalat dan bersliwerannya “tamiya” (tikus) di sekitar kita.

    Bak sampah ini dirancang khusus sehingga berfungsi juga untuk tempat pembakaran sampah yang didesain supaya asap yg ditimbulkan tidak mengganggu lingkungan kita. (Note: Rancangan masih dipikirkan dan masih dlm proses pencarian referensinya)

    Sementara usulan saya cukupkan dahulu, sambil dipikirkan usul yang selanjutnya heheh

    terimaksih
    wassalam

    Dida E12/27

  4. Kalo saya pribadi, masih lebih preferen menghindari adanya bak sampah penampungan yang relatif besar karena bagaimanapun penanganannya sangat rentan sama lalat dan hama lainnya. Kadang2 kalo bak sampah kurang bersih diangkatnya aja udah membuat saya gak bisa nongkrong di teras sambil nge-teh karena lalatnya dah muncul, dikhawatirkan model bak sampah penampungan akan semakin mengundang banyak temen2nya lalat.

  5. SEMANGAT PAGIIIIII!!!!!!……

    dear bapak2 RT 05,

    terima kasih sekali atas perhatiannya pada lingkungan kita ini…memang pernah ada wacana untuk pengeloalaan sampah ini ( beberapa tahun lalu ) dan sudah coba ditindaklanjuti oleh Pa Toni Nurmulyadi, Pa Popo, & Pa kartono..namun karena melihat kalu pengelolaan sampah itu hanya oleh RT 05 terasa cukup berat baik biaya , TPSnya ( tempat pembuangan sampah ), adanya keberatan warga kalu mobil sampah tsb masuk ekdalam lingkungan komplek..dll.dll.dll , untuk itu Pengrus RT 05 ( periode pa Justam ) pernah mengajak kerjasama pengurus RT 02 ( karena sebagian wilayah di RT 2 pengelolaan sampahnya oleh pa Kosim, sebgaian lagi oleh pihak lain ) namun usulan tsb kurang ditanggapi oleh 02 ..dengan alasan yg kurang jelas pula…

    Paling ideal memang pengelolaan sampah itu secara terpadu di tingkat RW 14…..wacana ini pernah dimunculkan tapi seperti biasalah…NO RESPON..

    Beberpa waktu lalu say pernah ngobrol2 dengan pa asyari ( ketua RT 02 Sekarang )..dia cukup posiitif menanggapa masalah ini, tapi memang sama dengan kita belum pernah diangkat secara resmi/mendalam pembahasannya baik dpengrusa RT 05 maupun dengan warga.

    Tapi insya allah saya akan coba bicarakan segera baik dinternal 05 maupun dengan pengurus RT 02 mengenai masalah sampah ini ( kemungkinan kerjasma dengan pihak Dinas kebershan Kota Depok )mudah2an ada solusi yng baik semua pihak…

    Berkaitan dengan adanya isu akan ada kenaikan biaya sampah , sampai dengan saat ini saya belum dapt informasi yg akurat, mudah2an isu itu tidak benar adanya , NAMUN bila bapak kosim mengenakan tarif baru TANPA PEMBERITAHUAN ke pengurus RT lebih dulu , saya menyarankan Bapak2/ibu warga 05 untuk tidak membayar dan minta beliau ( pa Kosim ) untuk ketemu Pengurus RT 05 terlebih dahulu. ( sosialisasi dulu dong rencana kenaikannya ke RT 05 … tapi belum tentu juga kan kita sepakat …).

    Disamping itu sebagai antisipasi kita semua, bila kenaikan itu terjadi dan pa kosim tetap berpendirian begitu ( standart dialah…) dan warga keberatan, kami dari pengurus akan mencoba untuk bekerjasama dengan pihak lain ( Pemkot Depok …) tapi ada resikonya yaitu : Untuk sementara waktu sampah harian warga belum bisa diangkat ( mudah2an tidak lebih dari 5 hari ,.tergantung dari hasil kesepatan dengan Pemkot Depok ).

    Begitu saja dulu tanggapan saya,…dan saya sangat berharap bantuan dari warga 05 bila ada mempunyai pandangan2 mapunun yg memahami bentuk2 kerjasama & prosedur untuk penangan masalah sampah ini ( dengan pihak2 lain ) bisa sgera mendsikusikannya dengan kami pengurus RT 05…

    051

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s