WARGA PENGENDARA MOBIL, BERHATI-HATILAH..

Tulisan ini hanya untuk sekedar sharing dan saling mengingatkan.  Kebetulan ini terjadi pada saya beberapa hari yang lalu.

Teman-teman mungkin sudah sering dengar modus operandi perampasan barang di mobil  dengan cara mengalihkan perhatian pengemudi mobil, misalnya dengan cara mengempeskan kendaraan.  Kebetulan salah satu warga kita pun pernah mengalaminya beberapa waktu yang lalu.

Kejadiannya di Jl Tole Iskandar, pada jam berangkat kerja (6 pagian).  Setelah melewati simpang Depok II tepatnya turunan setelah calon Pasar Segar, tiba2 ada pengendara motor memberitahu saya bahwa ban sebelah kiri kempes.  By feeling saya tentunya segera mewaspadainya, langsung teringat akan kejadian teman2 saya yang lalu2.  Saya segera menghapal muka pemberi tahu itu, memastikan dia pergi jauh, baru kemudian saya pilih tempat yang sangat terbuka dan ramai untuk sekedar mengecek barang.  Saya keluar mobil,  setelah pintu mobil dikunci dan tetap waspada, untuk mengecek ban.  Dan benar ban sudah kempes hingga peleknya menyentuh jalan. 

Saya segera masuk kembali ke mobil untuk menuju tukang ban yang saya tahu sekitar  200m dari lokasi.  Saya sampai tempat tukang ban yang ternyata masih tutup dan katanya baru buka jam 8.  Setelah saya timbang2 saya memutuskan akan ganti ban sendiri saja.  Semuanya masih tetap dalam status waspada, make sure sekitar aman, banyak orang menunggu angkot, dan isi mobil saya coba amankan.  Dan pintu mobil saya pastikan terkunci.  Hingga saat itu situasi saya nilai aman dan under controlled.  Saya mulai beranggapan ini kasus ban kempes biasa.

Saya mulai melakukan pergantian ban,  mulai dari mengeluarkan ban serep, peralatan dll. Dan saya berusaha pintu selalu saya kunci kembali bila saya mengambil sesuatu di mobil.  Kelengahan terjadi saat mulai dongkrak. Mungkin ada saat2 di mana saya kurang melihat lagi mobil, atau ada jeda di mana mobil tidak terkunci.  Hanya dalam hitungan 5 menit untuk kembali melihat ke dalam mobil, dan tas saya sudah raib!!…

Awalnya sempat kesal juga, karena hal ini sudah coba saya waspadai.  Ternyata masih bobol juga.  Mungkin kesal juga dengan orang-orang yang tadinya banyak menunggu angkot di dekat2 saya, namun tidak ada yang memberitahu saya.      Tapi akhirnya saya mencoba bersabar karena semua ini sudah jalannya, entah ujian, entah cobaan, entah teguran.  Mungkin sedekahnya masih kurang juga…

 Saya cuma agak surprise adalah modus yang dilakukan lebih “canggih”.  Tukang ban yang kemudian datang menambal ban juga terkejut dengan “paku” yang digunakan. Pelaku menggunakan alat penembak paku khusus, di mana “pelurunya berupa lempengan plat (seperti jeruji payung) yang tajam, berukuran sekitar 3cm dan berongga.  Dengan bentuk ini, setelah ditembakkan maka ban akan sangat cepat kempesnya hingga tinggal peleknya saja.  Tidak peduli ban teman2 adalah tubeless, karena rongga pelurunya membuat angin cepat keluar.

Jadi point sharing yang ingin saya sampaikan adalah:

1.  Please lebih berhati-hati lagi dalam berkendara.  Berdoalah sebelum melaju dari rumah. Modus kejahatan ban kempes ternyata sudah masuk depok.  Tidak peduli di jalan manapun, jam kerja atau jam berapapun,  sesibuk apapun traffic, apalagi jalan di malam yang sepi.  Utamanya buat istri anak anak petempuan teman2 yang sering menyetir sendiri.

2.  Jangan meletakkan tas atau barang-barang yang menarik perhatian di kursi samping supir, seperti tas laptop, tas wanita, dll. Barang2 itu biasanya yang memancing para kriminal untuk mengincar mobil teman2.

3.  Ketika ada orang lain atau pengendara motor memberitahukan teman2 bahwa ban mobil kempes, jangan terlalu reaktif untuk segera meresponnya.  Hapalkan motor , no pol motornya,  dan mukanya untuk berjaga2.  Berhentilah di tempat yang banyak orang namun memungkinkan untuk parkir.  Sementara memang kita agak mengorbankan pelek mobil kita demi keamanan.  Bila mungkin, dari dalam mobil teman2 minta tolong  orang di tepi jalan untuk memastikan apakah ban benar2 kempes.  Umumnya kriminal akan mengincar ban kiri belakang.  Kecurigaan harus dilebihkan bila tipikal kempesnya adalah langsung drastis, apalagi untuk  ban tubeless. Bila terpaksa teman2 keluar mobil untuk memeriksanya, pastikan pintu mobil terkunci. Dan lakukan sesingkat mungkin untuk kemudian masuk kembali ke dalam mobil.  Asumsikan bahwa ada kriminal yang memang sedang menunggu kelengahan teman2 di luar sana.  Bila sempat awasi sekitar mobil, terutama motor2 yang ada pengendaranya namun berhenti.

4.  Terutama buat para ibu, sebaiknya ambil langkah aman dengan memindahkan kendaraan ke tukang tambal ban.  Terlalu riskan untuk mencoba melakukannya sendiri walapun ibu2 punya kemampuan untuk itu.  Apalagi bila di mobil juga terdapat anak2 batita.  Do not take too  much risk.

5.  Bila tidak memiliki informasi tentang tukang ban terdekat, tetaplah  di mobil sambil minta bantuan ke orang yang dikenal.  Bila posisi mobil masih di dekat rumah atau depok, teman2 bisa minta telpon satpam rumah untuk bisa kirim bantuan.  Tidak ada salahnya bila sambil menunggu bantuan,  ibu2 telah memastikan kunci setir berada di jangkauan mengantisipasi hal2 lainnya.

6.  Bila kondisi sudah teratasi, bila tujuan tidak terlalu urgent, sebaiknya kembalilah ke rumah.  Paling tidak untuk mengurangi resiko terulang lagi oleh kriminal yang sama.

Demikian tips pribadi saya.  Moga2 bermanfaat.  Bukan ingin parno, tapi lebih untuk meningkatkan kewaspadaan kita demi keselamatan orang2 yang kita sayangi.  Atau punya tips yang jauh lebih baik ? Share di sini ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s